Pemusnahan Alat Laboratorium Tidak Terpakai


PEMUSNAHAN ALAT LABORATORIUM
TIDAK TERPAKAI

Laboratorium yang baik adalah laboratorium yang tidak hanya memperhatikan masalah ketelitian analisa saja. Akan tetapi laboratorium yang baik juga harus memperhatikan masalah pembuangan limbah. Limbah yang dibuang sembarangan, jika masuk ke badan air, tanah dan mengalir ke pemukiman penduduk akan menimbulkan bahaya. Terutama logam-logam berat. Jika tidak ditangani dengan baik dapat membahayakan makhluk hidup dan merusak lingkungan. 

Kertiasa (2006) mengelompokkan peralatan yang ada di laboratorium biologi sebagai berikut:
  1. Alat-alat optik, seperti mikroskop cahaya, mikroskop stereo, mikroskop elektron
  2. Alat-alat dan wadah dari kaca (kaca objek, cover glass, cawan petri, gelas beker, pipet tetes, tabung reaksi) dari porselen atau dari plastik yang tidak mudah terkorosi
  3. Alat-alat bantu seperti penjepit, sumbat karet, sumbat gabus, pelubang gabus, spatula, sikat tabung reaksi dan sikat buret serta corong,
  4. Alat-alat bedah dan pengerat seperti jarum, panci bedah, gunting, pinset, pisau,
  5. Alat peraga dan model seperti kerangka, torso, kotak genetika dan carta,
  6. Alat-alat ukur seperti neraca, termometer, hygrometer, stop watch, dan respirometer,
  7. Alat-alat penopang/penumpu seperti statif dan alasnya, kaki tiga, kasa, rak tabung reaksi,
  8. Alat pemanas, seperti pembakar spiritus
  9. Alat-alat untuk kegiatan lapangan seperti kuadrat, jala plankton
Secara umum dalam pembuangan limbah terdapat beberapa metoda, metoda pembuangan limbah  laboratorium tersebut terbagi atas empat metoda. Metoda-metoda tersebut adalah sebagai berikut :
1. Pembuangan langsung dari laboratorium.
Metoda pembuangan langsung ini dapat diterapkan untuk bahan-bahan kimia yang dapat larut dalam air. Bahan-bahan kimia yang dapat larut dalam air dibuang langsung melalui bak pembuangan limbah laboratorium. Untuk bahan kimia sisa yang mengandung asam atau basa harus dilakukan penetralan, selanjutnya baru bisa dibuang. Untuk bahan kimia sisa yang mengandung logam-logam berat dan beracun seperti Pb, Hg, Cd, dan sebagainya, endapannya harus dipisahkan terlebih dahulu. Kemudian cairannya dinetralkan dan dibuang.
2.  Dengan pembakaran terbuka.
Metoda pembakaran terbuka dapat diterapkan untuk bahan-bahan organik yang kadar racunnya rendah dan tidak terlalu berbahaya. Bahan-bahan organik tersebut dibakar ditempat yang aman dan jauh dari pemukiman penduduk.
       3. Pembakaran dalan insenerator.
Metoda pembakaran dalam insenerator dapat diterapkan untuk bahan-bahan toksik yang jika dibakar ditempat terbuka akan menghasilkan senyawa-senyawa yang bersifat toksik.
Ada beberapa cara yang dianjurkan dalam pengelolaan limbah padat antara lain: mengubur atau membakar limbah padat tersebut. Yang paling aman adalah dengan melakukan pembakaran dalam suhu tinggi hingga 1200 C. Alat yang dapat mencapai suhu tersebut adalah incinerator.
Pembakaran limbah merupakan tahap akhir dan mungkin tahap yang paling komprehensif setelah pengurangan limbah, daur ulang dan pembersihan. Insinerator adalah tungku pembakaran dengan bilik ganda yang berjajar. Dua ruang bakar bekerja di bawah berbagai kondisi temperatur, tekanan dan konfigurasi pembakaran.
Ruang utama beroperasi dalam mode “Tanpa udara” atau Pirolisis dan ruang Sekunder bekerja di bawah mode “Udara Berlebih”’. Ruang pembakaran yang berlapiskan di bagian dalam yang berbatasan dengan udara panas terbuat dari aluminium dan yang berbatasan dengan bagian dingin berlapiskan batu bata dendan dan lapisan rangka baja yang kokoh di luar.Tingginya efisiensi pembakaran diperoleh dari hubungan anatara suhu ruang bakar yang khusus dan adanya pembakar otomatis (burner) dengan bahan bakar dari minyak bakar atau gas alam (LPG). Setiap incinerator dilengkapi dengan sistem gas buang yang dibuat khusus untuk menghilangkan polutan gas sebelum dibuang ke atmosfir (pembakaran asap) sehingga didapatkan gas buang yang bebas asap (smokeless).
       4. Dikubur didalam tanah.
Dikubur didalam tanah dengan perlindungan tertentu agar tidak merembes ke badan air. Metoda ini dapat diterapkan untuk zat-zat padat yang reaktif dan beracun.
PEMUSNAHAN ALAT LABORATORIUM
Alat yang telah rusak dan tidak dapat dipakai lagi didata kemudian dipisahkan alat gelas dan alat non gelas.

Contoh Pemusnahan Alat
1. Alat non gelas
                Dimusnahkan dengan cara dibakar.
           2. Alat gelas
         Dimusnahkan dengan cara ditimbun atau ditanam.









mikroskop yang rusak
mikroskop yang benar



1. Bagaimana cara meminimalisirkan alat-alat yang tidak terpakai pada lanoratoriu!   
      2. Dapatkah alat laboratorium yang rusak atau tidak terpakai ini kita gunakan kembali dengan 
          menggunakan prinsip 3 R (Reuse, Reduce, Recyle) pada limbah agar menjadi benda yang
          memiliki nilai guna!
3. Mengapa berita acara pemusnahan alat laboratorium diperluka!

Komentar

  1. 3. Mengapa berita acara pemusnahan alat laboratorium diperluka!
    Dengan adanya berita acara maka kita bisa tau berapa alat atau bahan yang telah dimusnahkan, dengan itu maka bisa membeli alat atau bahan yang kekurangan.

    BalasHapus
  2. No 3
    Mengapa berita acara pemusnahan alat laboratorium diperluka?
    Berita acara biasanya digunakan sebagai bahan bukti bahwa bahan tersebut telah rusak dan telah dimusnahkan.
    Sehingga dapat dijadikan pertimbangan untuk pengadaan barang selanjutnya.
    Terima kasih

    BalasHapus
  3. Menanggapi pertanyaan no 3 Mengapa berita acara pemusnahan alat laboratorium diperlukan ?
    Kita ketahui bahwa berita acara adalah naskah dinas (atau surat) yang di dalamnya memuat pernyataan pengesahan tentang suatu kegiatan, rapat, kehilangan, kerusakan dan serah terima barang, penyelesaian pekerjaan, kejadian, peristiwa, perubahan status, dll. Jadi, Menurut saya karena sudah menjadi syarat resmi administrasi pemusnahan alat dan reagen laboratorium dan sebagai bukti fisik tentang benar adanya pemusnahan alat laboratorium tersebut sehingga bisa dijadikan rekomendasi untuk pengadaan alat yang baru.

    BalasHapus
  4. Menanggapi pertanyaan no 3.bahwa berita acara diperlukan sebagai bukti bahwa alat atau bahan sdh dimusnahkan sehingga jika ada pemeriksaan pihak sekolah aman. Sekolah yg bersangkutan akan tau brp alat yg masuk dan berapa alat yg keluar

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Assalamualaikum, saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomr 1.
    Cara memiliki nimalisisr alat yang tu dak teroakai ialah dengan cara,,,
    Untuk pengurus khususnya kepala lab, menganggarkan pengadaan alat yang akan digunakan Secukupnya.
    Kemudian, guru yang mengajar praktikum, untuk memastikan pelaksanaan praktikum. Artinya praktikum berjalan terus.

    BalasHapus
  7. Assalamualaikum, mrnanggapi pertanyaan nomor 3. Mengapa berita acara pemusnahan alat laboratorium diperluka!

    Di perlukan sebagai administrasi bahwa alat pernah di musnahkan, dan berita tersebut di arsipkan apabila ada audit ataupun pemeriksaan akan dijadikan bukti bahwa alat pernah di musnahkan, tidak ada penyelewengan dana..

    BalasHapus
  8. Menanggapi pertanyaan no 1.
    Bagaimana cara meminimalisirkan alat-alat yang tidak terpakai pada laboratorium.
    Menurut saya merupakan tugas petugas laboratorium yang mengatasi hal tersebut. Pengadaan alat dan bahan yang didrop dari pusat sering tidak cocok dengan kebutuhan sekolah, sehingga
    ada sebagian alat dan bahan kimia tidak digunakan. Ketika pengadaan dilakukan setidaknya petugas laboratorium yang bertanggung jawab mengajukan alat-alay yang sesuai dengan kebutuhan laboratorium.

    BalasHapus
  9. Menanggapi pertanyaan nomor 2, hal itu mjngkin saja dilakukan, contohnya alat2 yg terbuat dari kaca bisa dijadika vas bunga, slah satu contoh reuse saya pernah mebggubakan bak plastik dari kit yg telah tidak terpakai sebagai akuarium mini

    BalasHapus
  10. 3. Mengapa berita acara pemusnahan alat laboratorium diperluka!

    Berita Acara ini diperlukan untuk tertib administrasi. Selain menjaga mutu laboratorium, BA juga diperlukan untuk mengetahui siapa saja yang bertanggung jawab terhadap alat tertentu yang ada di laboratorium. Terima kasih,.

    BalasHapus
  11. karna Dalam melakukan pemusnahan alat diperlukan berita acara, untuk menginventarisir alat dan bahan apa saja yang sudah di musnahkan.

    Salam
    Agung Laksono

    BalasHapus
  12. menanggapi pertanyaan no.3 mengenai "Mengapa berita acara pemusnahan alat laboratorium diperlukan!"
    -karena berita acara adalah bukti/keterangan status dari barang yang akan diisi pada buku inventaris barang, dengan berita acara maka akan lebih jelas barang tersebut dimusnahkan dengan cara apa.

    BalasHapus
  13. 3. Mengapa berita acara pemusnahan alat laboratorium diperlukan
    Karena dengan berita acara jadi kita mengetahui alat-alat apa saja yang telah dimusnahkan sehingga bisa diarsipkan pada buku inventaris laboratorium.

    BalasHapus
  14. Mengapa berita acara pemusnahan alat laboratorium diperluka!
    Digunakan untuk mengetahui alat alat apasaja yang sudah dimusnahkan..untuk mempermudah dalam pengarsipan.dan alat yg telah dimusnah kan bisa diketahui dalam bentuk apa dan jumlah nya berapa..

    BalasHapus


  15. Soal no 3..
    Agar ada dokumennya, sehingga bisa di ketahui alat alat apa saja yang telah di musnahkan. Untuk mempermudah penggantiannya dg alat alat yg baru

    BalasHapus

Posting Komentar