Sistem Manajemen Mutu Lab IPA
SISTEM MANAJEMEN MUTU LAB IPA
Kita dapat mengetahui
sejauh mana sistem mutu dijalankan oleh suatu laboratorium, dengan cara mengembangkan
sistem monitoring dan kaji ulang manajemen. Monitoring adalah suatu kegiatan
pemeriksaan sistematik dan tidak memihak untuk menetapkan bahwa kegiatan sistem
manajemen mutu dan hasilnya telah sesuai dengan rencana, diterapkan secara
efektif, dan telah sesuai dengan pencapaian tujuan. Laboratorium IPA sekolah
perlu melakukan kegiatan ini baik secara internal (oleh laboratorium itu
sendiri) maupun secara eksternal (oleh tim monitoring dari luar laboratorium).
Kegiatan ini tidak terlepas dari upaya laboratorium untuk memberikan pelayanan
optimal kepada siswa dalam melaksanakam praktikum di laboratorium.
Berikut adalah bagian dari sistem manajemen mutu lab IPA, yaitu :
1. Organisasi Laboratorium
Laboratorium memiliki struktur
organisasi yang setiap anggotanya memiliki tugas pokok dan fungsi
masing-masing. Kepala sekolah dalam organisasi laboratorium memiliki tugas dan
fungsi sebagai penanggungjawab. Kepala sekolah dan kepala laboratorium memiliki
hubungan hierarki dalam struktur organisasi laboratorium. Dalam struktur
organisasi laboratorium juga ada teknisi dan laboran yang masing-masing
memiliki tugas pokok dan fungsi dalam laboratorium.
2. Personal
Aspek personal dalam manajemen mutu
berkaitan dengan kompetensi dari setiap tenaga yang ada di laboratorium.
Kompetensi yang harus dimiliki setiap kepala laboratorium, teknisi, dan laboran
mengacu pada standar pemerintah No. 26 Tahun 2008. Adapun kompetensi yang harus
dimiliki antara lain:
·
kompetensi kepribadian
·
kompetensi sosial
·
kompetensi manajerial
·
kompetensi administratif
·
kompetensi profesional
3. Equipment
Equipment dimaksud disini adalah
peralatan yang ada di laboratorium. Adapun peralatan di laboratorium yaitu
tabung reaksi, cawan petri, pipet tetes, pengaduk, gelas ukur, spiritus, dan
segala alat yang biasa dipakai dalam praktikum.
4. Information management
Informasi dibedakan berdasarkan
sifatnya ada 2 yaitu akuntabilitas dan responsibilitas. Informasi yang bersifat
akuntabilitas adalah informasi yang arahnya vertikal (keatas). Informasi yang
bersifat akuntabilitas dapat dikatakan administratif. Informasi yang bersifat
responsibilitas adalah informasi yang arahnya horizontal (kiri-kanan dan
bawah). Informasi yang responsibilitas ini dapat dikatakan bersama. Saat
memanajemen informasi yang ada di laboratorium harus bisa membedakan antara
informasi yang bisa dibagikan ke publik dengan informasi yang tidak bisa
dibagikan ke publik. Sebagai contoh, kita tidak boleh memberitahukan informasi
tentang dimana membeli zat-zat kimia yang sifatnya terlarang karena dapat
dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk kepentingan kriminal. Selain itu,
kita sebaiknya melaporkan aliran dana yang ada di laboratorium kepada anggota
organisasi laboratorium saja.
5. Proses Pengendalian
Proses pengendalian lebih menekankan
pada penggunaan bahan yang berbahaya terhadap praktikum terutama limbah. Setiap
laboratorium harus memiliki tempat pembuangan limbah hasil praktikum. Sebaiknya
limbah dibuang di tempat sampah yang berbeda-beda sesuai jenis limbahnya agar
tidak terjadi kontaminasi ataupun kecelakaan yang dapat membahayakan
keselamatan orang-orang yang ada di laboratorium. Terkait penggunaan bahan yang
berbahaya dalam praktikum sebaiknya diganti dengan bahan yang lebih aman bagi
keselamatan praktikum akan tetapi fungsinya sama.
6. Purchasing and Inventory
Sebelum membeli barang untuk
laboratorium sebaiknya di data dahulu alat dan bahan yang ada di laboratorium.
Alat dan bahan yang ada dicek kelayakannya dan jumlahnya. Apabila stok alat
atau bahan tinggal sedikit sebaiknya cepat-cepat dibeli atau dipesan sebelum
praktikum dilaksanakan agar tidak menghambat keterlaksanaan praktikum.
Inventarisasi alat dan bahan harus terus dilakukan dan dicatat sebagai laporan
kepada kepala laboratorium. Inventarisasi yang baik dapat menunjang kemajuan
laboratorium.
7. Document and Record
Dokumen yang ada di laboratorium
meliputi berita acara serta dokumen-dokumen kegiatan yang ada di laboratorium.
Perekaman berkaitan dengan alat yang dipakai di laboratorium. Setiap kegiatan
di laboratorium harus terdokumentasi dengan baik sebagai pertanggungjawaban
dalam mengelola laboratorium.
8. Occurred Management
Manajemen terkait penyimpangan di
laboratorium ditekankan pada antisipasi. Keamanan dan keselamatan di
laboratorium harus dibuat standar operasional prosedur (SOP).
9. Assesment
Penilaian merupakan target
ketercapaian untuk setiap jenis layanan yang ada di laboratorium. Setiap
kegiatan yang ada di laboratorium haruslah dievaluasi atau dimonitoring.
10. Facility and Safety
Fasilitas yang mendukung keselamatan
kerja di laboratorium antara lain: ventilasi, lemari asam, alat pemadam
kebakaran, aliran listrik, aliran air, dan sebagainya. Selain itu, gunakanlah
baju lab, masker dan sarung tangan saat praktikum guna perlindungan diri dari
bahaya zat ataupun alat.
11. Customer service
Kerja customer service adalah piket
terhadap kebersihan dan pelayanan yang ada di laboratorium. Sekolah yang
laboratoriumnya tidak memiliki customer service bisa meminta siswa untuk
membantu saat ada praktikum akan tetapi tidak mengganggu aktivitas belajar
siswa tersebut.
12. Process improvement
Proses kemajuan terhadap
laboratorium dapat dilakukan dengan cara merefleksi setiap kegiatan yang ada di
laboratorium. Refleksi ini sangat penting dilakukan guna kemajuan laboratorium.
Tanamkanlah prinsip: Hari ini lebih baik dari hari kemarin.
Sumber :
1. Pada sistem
manajemen mutu lab IPA terdapat information management yang terdiri dari informasi yang dapat dibagikan ke public dan
informasi yang tidak dapat dibagikan ke public, sebagaimana yang telah
dijelaskan diatas informasi yang tidak dapat dibagikan ke public sebagai contoh
adalah tempat pembelian zat-zat berbahaya yang takut nya akan disalah gunakan.
Dapatkah anda memberikan contoh yang lain baik informasi yang dapat dibagikan
maupun tidak dapat dibagikan kepublic dalam sistem manajemen mutu lab IPA
2. Keamanan dan
keselamatan di laboratorium harus dibuat standar operasional prosedur (SOP).
Bagaimana cara membuat SOP yang benar agar tidak terjadi hal-hal yang tidak
diingingkan
3. Sistem manajemen
mutu lab IPA mencakup semua hal yang berhubungan dengan pengolahan
laboratorium. Menurut anda apakah sistem manajemen mutu lab IPA pada setiap
sekolah sama atau berbeda? Jelaskan !
menggapi pertanyaan nomor 2 cara membuat SOP yang benar agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diingingkan adalah dengan menyesuaikan SOP dengan kondisi dan jenis labor yang akan dikelola dan yang akan dibuatkan SOP. kemudian jelas dan tidak memberatkan serta untuk rambu-rambu pencegah kecelakaan harus dapat dilihat dari semua sudut
BalasHapusMenjawab pertanyaan no.2 cara membuat SOP yang benar adalah menyesuaikan kebutuhan alat-alat dan bahan yang diperlukan sesuai dengan jenjang pendidikan, membuat struktur organisasi laboratorium sehingga memperjelas alur tugas, wewenang dan tanggung jawab dari para pengurus yang terkait laboratorium IPA dan membuat tata tertib penggunaan laboratorium.
BalasHapusSistem manajemen mutu lab IPA mencakup semua hal yang berhubungan dengan pengolahan laboratorium. Menurut anda apakah sistem manajemen mutu lab IPA pada setiap sekolah sama atau berbeda? Jelaskan ! berbeda karena kondisi setiap sekolah berbeda dengan tujuan berbeda
BalasHapus